Untuk Kamu di Sana : Rindu

PhotoGrid_Suzy

Mungkin karena kau sedang jatuh cantiknya

By ravenclaw

 

0o0o0o

 

Untuk kamu yang kini entah sedang apa…

Di sini aku sedang menikmati kopi hitam, yang hitamnya sama seperti malam yang kita lewati kini.

Gelap.

Petang.

Malam ini aku tidak sendirian. Aku bersama sekawanan batalyon sedang asyik bercengkrama, sedang membicarakan apa yang menjadi topik utama di ibukota kali ini.

Aku hanya diam tersenyum kala beberapa orang sengaja menepuk bahuku, menyenggol lenganku, memukul punggungku dengan ramah, kala mendengar namamu disebut. Aku membayangkan, seperti apa wajahmu nanti bila kau ada di sini, menemaniku, menikmati percakapan malam, dan namamu disebut. Aku membayangkan semu merah pipimu.

Detik demi detik bergulir. Dan entah kenapa aku menjadi sedikit cemas.

Jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat sepuluh menit. Beberapa jam lagi malam menuju pagi dingin.

Apakah kamu sudah memakai selimut untuk menutupi tubuhmu yang terlelap?

Apakah kamu sudah berdoa pada Yang Kuasa sebelum kau melakukan aktivitas yang harus kau lakukan?

Apakah kamu selalu menjaga kondisi tubuhmu setiap saat?

Jangan katakan belum kepadaku, karena kau pasti tahu, aku tidak suka jawaban itu.

Tapi, dari semua itu, aku merindukanmu.

Sangat merindukanmu.

Apakah kamu juga sama rindunya kepadaku?

Aku tidak berharap iya, itu terserah kepadamu. Itu hakmu dan aku tidak mau menuntut. Karena sekarang ini pun, status kita hanyalah apa.

Di malam ini, aku merasa kau sedang tidak tidur.

Kenapa aku berpikir demikian? Entahlah, firasat. Mungkin? Siapa yang tahu.

Tetapi, jika kamu melihat langit di malam menuju pagi yang dingin ini, bisakah kamu melihatnya? Sedikit sekali bintang yang menghiasi malam yang kita lewati bersama ini. Dalam jarak ratusan kilometer dari rumahmu, aku yakin, aku tahu, kenapa bintang kini sepi menghiasi langit.

Mungkin kau sedang jatuh cantiknya kali ini. Dengan bibir merahmu tanpa polesan lipstik, wajahmu yang alami tanpa polesan make up, aku tahu itu. Kau kali ini sedang tidak tidur.

Tetapi, di sini, aku tidak berharap apa-apa, aku hanya berharap kamu masih baik-baik saja. Masih sehat bugar seperti terakhir kali aku melihatmu. Masih mengingatku yang sepertinya masih lama akan meninggalkanmu.

Sampai saatnya nanti, aku akan menghadapmu di depan rumahmu, bersama kedua orang tuaku, membicarakan masa depan kita, tersenyum malu saat curi pandang. Dan tak lupa aku akan membawakanmu sebuah cincin yang sama denganku. Bertuliskan namaku di sana dan namamu di sini.

Bae Sooji.

 

 

Sekian, terimakasih ^^

clue :
The OC is a public figure. And now he is undergoing militery service.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s