Back To Normal

PhotoGrid_1501664726021

Back To Normal

By ravenclaw

Ha Sungwoon (Wanna One) & Percy Lee (OC) | Fluff, Romance, AU, Hurt, Drama | Teen | Ficlet

Ketika aku bersamanya, yang kupikirkan adalah kau.

 

direkomendasikan saat membaca mendengarkan lagu Katy Perry – Thinking Of You

0o0o0o

Kali ini aku terbangun lagi. Tidak tahu apa sebabnya. Padahal ini sudah musim semi, seharusnya di musim ini aku harus merasa damai, tenang. Seharusnya.

Nyatanya tidak. Sama sekali.

Seperti saat ini, aku terbangun di jam yang tidak semestinya. Rautku seakan menjelaskan kalau aku baru saja kehilangan sesuatu. Tidak tahu sesuatu itu apa. Padahal air mataku masih mengalis begitu saja di kedua pipiku.

Aku melirik jam dinding di kamar. Tepat di pergantian hari. Artinya besok adalah hari kamis, tanggal dua belas Juni.

Oh, berarti tadi tanggal sebelas Juni?

Sebentar. Dua belas Juni.

Dua belas…

“Shit.”

Air mataku mengalir lebih deras dari sebelumnya. Dadaku merasa sesak, seolah tiada oksigen di sekitar.

Nyut.

Entah kenapa dadaku juga merasa nyeri yang teramat sangat. Suaraku mulai tidak bisa didengar. Dan aku baru sadar kenapa aku selalu insomnia. Karena aku kehilangan sesuatu. Karena aku melupakan sesuatu. Yaitu kau.

Nyut.

Air mataku semakin tidak bisa dikontrol. Mengalir deras meskipun aku berusaha menghapusnya dengan kedua punggung tanganku. Tiba-tiba posisiku sudah berubah. Meringkuk di atas kasurku. Dan kedua tanganku masih memegang dada.

Nyeri. Nyeri sekali.

“Kenapa harus seperti ini?” isakku tertahan. Suaraku terputus-putus seolah aku tidak bisa bernapas.

Kupenjamkan mataku untuk menghilangkan nyeri di dadaku, tetapi sialnya justru semakin menjadi. Aku masih mengingatmu bagaimana aku melihat senyummu. Dan sayangnya itu terjadi sekitar dua tahun yang lalu. Sebelum semuanya menjadi sebuah musibah bagi kita. Terutama aku.

Tanpa sengaja, jari kananku menyentuh salah satu jari kiriku yang sudah dihiasi cincin. Hatiku semakin nyeri mengingat bagaimana aku bisa memiliki cincin tersebut.

Aku sudah bersamanya setahun lalu. Aku nekat, aku akui. Aku hanya ingin semua kembali normal, juga termasuk menuruti permintaan ayahku untuk dijodohkan dengan seorang pria yang katanya sudah mapan dan mampu membuatku bahagia di masa depan nanti.

Aku menjalin hubungan dengannya sekitar enam bulan sebelum akhirnya kami, terutama dia, memutuskan untuk bertunangan. Dia pernah berkata untuk tidak mau terburu-buru dahulu dan memutuskan untuk meminangku sebelum akhirnya kami sah menjadi sepasang suami istri yang bahagia.

Sayangnya, aku merasa tidak bahagia. Aku hanya ingin semua kembali normal, sebelum aku kehilanganmu.

Aku sudah berusaha untuk menghapusmu, setiap memori, benda darimu, apapun asalkan itu tentangmu, aku menghapusnya. Aku bahkan merasa senang karena dia bisa membantuku untuk melupakanmu. Tidak menanyai tentang bagaimana aku bisa bertemu denganmu. Aku menyukainya untuk berusaha membuatku bahagia. Tapi, itu hanya terjadi selama sembilan bulan.

Sisanya, aku merasa ragu. Entah bagaimana.

Dan sejak itu, tiga bulan terakhir aku merasa ada yang mengganjal. Aku tidak tahu. Aku tidak berusaha mencari. Aku tidak pernah menceritakan pada siapapun. Sampai akhirnya aku menemui satu hal.

Ketika aku bersamanya, yang kupikirkan adalah kau.

Aku sudah berusaha mencegah hal-hal berbau itu. Aku tidak tahu pikiran itu sudah berapa kali datang dan mengangguku. Dan sudah berapa kali juga aku mengenyahkannya, seolah-olah aku baik-baik saja. Sampai akhirnya di hari ini, pada dini hari ini. Aku teringat satu hal lagi.

Dua belas Juni adalah tanggal dimana jasadmu dikebumikan. Dua belas Juni dimana aku mengutuk semua tak terkecuali. Dua belas Juni adalah hari yang membuatku hancur karena aku kehilangan sosokmu. Dan dua belas Juni adalah hari terakhir aku melihatmu, Ha Sungwoon.

“Percy! Percy! Kau kenapa, nak?”

Ayahku mendobrak pintu kamarku, melihatku yang sedang sekarat melawan pikiranku.

“Astaga! Percy! Sadarlah! Ayah, teleponkan Kang Daniel!”

Dan ibuku memelukku yang seolah menggigil. Menyuruh ayah untuk meneleponnya. Sedangkan tangisku semakin pecah tak tahu kondisi.

Jadi, apa yang harus kulakukan agar aku bisa kembali ke normalku lagi, Ha Sungwoon?

Iklan

Satu respons untuk “Back To Normal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s