#1 Galaxy

 

By Ravenclaw

1# Galaxy

Nakamoto Yuta (NCT) & Kim Rin (OC) | Fluff, Friendship | Teen | Vignette

“aku mencintaimu sebesar galaksi.”

 

-o-o-o-

Untuk seorang pria yang sering kuamati…

Aku sering berpikir kenapa jantungku sering berdetak lebih cepat dari biasanya ketika bel pulang sekolah tiba. Aku tidak sedang mengalami hal buruk, seperti kecopetan, atau novel yang kupinjam dari perpustakaan sekolah hilang begitu saja tanpa aku ketahui dimana letaknya. Karena aku selalu membuat memo untuk soal itu -maaf.

Lagi pula aku juga tidak punya penyakit jantung seperti yang dikata orang awam. Aku sehat bugar, tensiku normal, gaya makanku juga teratur -meskipun aku tidak terlalu menyukai sayur, juga dengan gaya hidupku yang juga teratur -meskipun aku terkadang sering begadang hanya sekedar untuk menonton serial anime yang habis ku download melalui wifi sekolah.

Aku juga sempat menyalahkan kopi yang selalu menemani tiap malamku dan tiap aku mendapat tugas dari sekolah. Tetapi aku berpikir kembali, seharusnya aku mengalami hal itu setelah menikmati minuman hitam itu. Lalu, kenapa jantungku harus berdetak lebih cepat dari biasanya ketika bel pulang sekolah tiba?

Lalu aku mulai berpikir, apakah ini karena aku sering melihatmu seorang diri berlatih di tengah lapangan sekolah kita? Apakah karena aku sering meninggalkan sebotol air minum yang masih disegel yang dilabeli sticky notes dariku yang bertuliskan kalimat semangat untukmu?

Dan kau tahu, aku mencoba untuk menyangkal hal itu, sungguh.

Aku berpikir, mungkin gara-gara kopi hitam yang sering disediakan di dapur rumahku itu yang membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya pada waktu tertentu.

Tetapi nyatanya, memang benar, semua ini karenamu. Terbukti dengan kejadian tadi, saat kita tak sengaja bertemu di antara rak buku biologi dan geografi. Kau yang membelakangiku, menghadap rak buku geografi, sedangkan aku yang acuh tak acuh keberadaanmu berdiri mencari buku tebal bertema biologi.

Kita sama-sama tidak menyadari atensi kita, hanya peduli mencari buku referensi saja. Sampai akhirnya bahu lebarmu tak sengaja menyenggol punggungku, membuatku harus limbung hendak jatuh ke depan menabrak rak buku biologi -yang untungnya aku berhasil menahannya dengan tangan kiriku, karena tangan kananku sedang memegang buku tebal berisi materi biologi.

Kau menoleh kearahku yang tengah merapikan seragamku yang terkena debu. Terlihat wajahmu sedikit khawatir saat aku mengaduh melihat rok seragamku kotor. “Kau tidak apa-apa? Apakah ada yang sakit?” ujarmu saat itu. Aku menatapmu melihat siapa yang barusan menanyai hal itu. Aku hendak memarahimu mengingat soal rokku itu. Tetapi aku justru diam terpaku melihat kedua bola mata hazelnutmu.

Aku terdiam membisu melihatmu yang terlalu mengkhawatirkanku. Lagi pula aku memang tidak apa-apa, aku hanya tidak terima soal rokku ini. Tetapi mengingat yang melakukan hal itu adalah kau, aku bisa apa?

“Halo? Jangan-jangan kau benar-benar menahan sakit gara-gara tadi, ya?” ujarmu semakin gelisah melihatku yang tidak menjawab pertanyaanmu itu.

Dan demi seluruh buku tentang NASA yang kemarin malam baru kubaca, ini memang benar-benar kau yang menjadi penyebab jantungku yang terus berdetak tidak normal, seperti saat ini.

“A-aku tidak apa-apa,” balasku akhirnya setelah memikirkan semua kejadian yang telah terjadi pada organku ini.

Kau menegakkan tubuhmu, masih dengan tatapan yang sama, “benarkah? Apa perlu aku bawa kau ke UKS? Kebetulan hari ini yang menjaga adalah temanku, jadi…”

“Tidak perlu,” jawabku cepat.

Aku mengangguk singkat kepadamu, izin pamit undur diri dari hadapanmu. Masih sama detak jantungku kepadamu, ternyata memang ini penyebabnya, pikirku. Aku bergegas pergi meninggalkanmu sembari aku membawa buku tebal itu untuk kupinjam sebagai referensi dari tugas makalahku.

Ternyata seperti ini rasanya mencintaimu dalam sudutku. Aku mengamatimu diam-diam dan selalu mendeklarasikan aku selalu mempunyai hal aneh dengan jantungku ketika aku harus melihatmu. Dan baru kuketahui selama ini kalau penyebab dari detak jantungku yang mendadak tidak normal ini hanya karena aku sering melihatmu.

Ternyata seperti ini rasanya menyukaimu dalam pandangku. Bahkan jika aku bisa menggambarkan rasa sukaku padamu, ternyata terlalu besar. Sebesar galaksi yang kita tempati, Bima Sakti. Dan kalau aku sanggup, aku akan memberikannya padamu.

Tapi sayangnya, aku mana berani mengucapkan hal sederhana itu padamu?

Melihatmu dari pinggir lapangan sekolah saja sudah membuat detak jantungku tidak normal, melihatmu dari dekat saat di perpustakaan lusa kemarin saja sudah membuat jantungku tidak kuat menahan debarannya untuk melihatmu lebih lama, apalagi aku harus menyatakan rasa sukaku padamu. Mau jadi apa nanti jantungku? Aku masih belum siap untuk menerima transplantasi jantung -maaf.

Jadi, aku masih melakukan hal yang sama setelah kejadian lusa-lusanya kemarin itu. Setelah aku absen beberapa hari karena tugas makalahku, aku kembali melihatmu dari pinggir lapangan. Di tempat yang sama dan melakukan hal konyol yang sama, meninggalkan sebotol air minum untukmu. Kali ini tanpa sticky notes, karena aku lupa membawanya.

Dan hari ini adalah hari ulang tahunmu. Dan sekali lagi aku lupa membawa kado yang sudah kupersiapkan semalaman sebelumnya. Ini semua karena guru magang itu yang memberi tugas sebesar kota Seoul.  Alhasil, aku tidak bisa konsentrasi mengikuti pelajaran seharian ini. Bahkan teman sebangkuku harus menyadarkanku untuk mengumpulkna tugas. Payah sekali.

Maka, dengan segala persiapan yang ada, aku kembali lagi di pinggir lapangan setelah sekolah sepi. Kembali melihatmu yang ternyata sudah ada beberapa teman bermain futsal selain bola bundar perpaduan warna hitam dan putih itu. Aku tersenyum kecil melihatmu kini sudah ada teman bermain, tidak kesepian lagi.

Jadi, aku memutuskan untuk segera pergi meninggalkanmu lebih cepat dari biasa. Dan karena ini adalah hari ulang tahunmu, aku tidak lupa memberikan sebuah kado yang memang sengaja tidak kubungkus. Tahu kan, tadi aku lupa membawa kado?

Aku menaruh sebotol air minum yang sudah kupasangi sticky notes berwarna kuning terang, sebungkus biskuit berukuran sedang juga menemaninya kali ini, aku tahu kalau kau lapar. Dan tak lupa juga taburan hujan kertas berbentuk bintang yang sengaja aku buat saat jam pelajaran kosong tadi.

Jadi, sampai bertemu lagi, Yuta…

Hai, Nakamoto Yuta

Kau tidak perlu tahu siapa aku

Yang terpenting hari ini adalah hari ulang tahunmu

Selamat ulang tahun untukmu, Nakamoto Yuta

Semoga kau semakin baik dalam segala hal

Dari seseorang yang menyukaimu sebesar galaksi Bima Sakti

^^

Iklan

7 respons untuk ‘#1 Galaxy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s