Ayah

Ayah

by ravenclaw

credit March 2017

0o0o0o0o0

Aku benci ayah.

Aku benci pria berkumis yang sukanya berleha-leha di kursi kesayangannya itu.

Aku benci pria bertubuh tambun yang hanya mampu memikirkan perutnya sendiri tanpa memikirkan yang lainnya.

Aku benci pria itu yang hanya mampu memikirkan dirinya sendiri lagi, lagi, dan lagi.

Aku benci melihatnya ketika kami makan bersama, hanya berdua, di ruang makan.

Aku benci setiap kali kami berpapasan, berjalan bersama,

entah dimanapun dan kapanpun itu, aku membencinya.

Kepalang membencinya sampai hati tidak sempat memikirkannya.

Kepalang membencinya sampai bibir ini mengucap sumpah serapah dibalik punggungnya.

Silakan kau katai aku sepuas hati!

Durhaka.

Anak sialan.

Anak tidak tahu diuntung.

Anak kurang ajar.

Kupersilakan semua kata kuresapinya, karena itu memang benar adanya.

Aku selalu berteriak kalau ia bukan ayahku.

Ayahku bukanlah orang yang seperti itu.

Ayahku bukanlah yang ini.

Tapi, mana kala waktu terus berputar, mana kala usia semakin berkurang jatahnya, dan mana kala waktu sudah sampai puncaknya, aku tetap akan bersujud kepadaNya, memohon ampunanNya atas nama ia.

Ketika aku berteriak ia bukan ayahku, ia tetaplah ayahku.

Mana kala waktu benar-benar tiba di puncaknya, aku hanya mampu memberikan kata maaf untuknya, bersimbah air mata bercucuran di mata, wajah, maupun hati. Meminta restunya untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Aku hanya bisa berkata…

“Ayah! Maafkan anakmu yang durhaka ini! Maafkan anakmu yang kurang ajar ini! Maafkan aku atas segala dosa yang telah kuperbuat untukmu.”

Dan beliau hanya bisa mengelus hijabku dengan sayang dan membalas…

“Sudah dari dulu ayah memaafkanmu, nak.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s