Hatimu

HATIMU

Original by Ravenclaw

Saat ini kau sudah berusia cukup dewasa, mempunyai pekerjaan yang mapan hingga membuat orang tuamu tidak membebani biaya hidupmu, poin yang baik di mata seniormu, bahkan hingga kebaikan hatimu membuat beberapa wanita di sekitarmu meleleh hatinya.

Ah aku pasti tahu setiap kali kau ditanyai oleh anak-anak kecil di depanmu menanyai tentang masa depanmu bersama seorang wanita impianmu, kau hanya mengelak…

“Saya sedang fokus kerja dulu.”

Itu niatmu, dulu.

Tapi sekarang sepertinya kau harus mempertanyakan lagi soal niat muliamu itu, setelah kau bertemu seorang anak kecil yang termasuk juga ikut menanyaimu tentang perihal masa depanmu.

Dia, ya?

Dia seorang gadis yang sederhana dengan otak yang terbilang sedikit aneh. Memakai kacamata minus sebagai penghias wajah tembamnya, dan ide liar yang selalu menghampiri otaknya yang dihiasi hijab. Penyendiri namun akrab dengan yang lainnya dan  tugas yang sering dikumpulkanmu padamu selalu mendapat poin yang besar dan selalu menarik perhatianmu.

Satu pertanyaan namun menghampirimu setiap saat…

Kenapa dia?

Itu yang membuatmu sedikit termenung kala kau baru menemui di koridor bangunan megah tersebut setelah 3 bulan kau tidak pernah bisa menemuinya.

Kau berhenti sejenak dari perjalananmu menuju lantai 2, mengerutkan dahimu tanpa kau perintah, mengamatinya lamat-lamat sebelum kau tersenyum manis kearahnya yang juga dibalas anggukan hormat kepadamu.

Kau kembali berjalan menuju lokasi yang harus kau temui disana, namun langkahmu enggan untuk kesana, justru kau memperlambat menikmati telingamu mendengar ucapannya yang ceria dengan teman-teman sebayanya dengan senyum cerah menghiasi kulit wajah sawo matangnya.

Lagi-lagi saat dalam perjalananmu hatimu bertanya pada otakmu.

Kenapa dia?

Dan…

Kenapa harus dia? Bukan orang yang sebaya denganmu?

Jujur saja itu membuatmu makin kelimpungan, kala anak-anak didikmu makin gencar menanyai masa depanmu.

“Bapak kok belum pacaran?”

“Bapak sudah punya calon ya?”

“Atau Bapak sedang dijodohkan sama orang tuanya?”

Jujur saja, kau geli saat mendengar pertanyaan berbagai macam bentuk tapi satu rasa tersebut. Kau hanya bisa tertawa geli sembari menjawab kalau kau hanya ingin fokus pada karirmu saat ini, kau membohongi anak-anakmu dan hatimu.

Dan kau hanya punya dua pilihan.

Diam dan memendam perasaan tersebut

Atau, mulai berbicara mengenai perasaanmu pada yang bersangkutan…

Meskipun statusmu dan dia adalah sebagai guru yang perhatian kepada muridnya?

Jawabannya?

Ah, aku tidak perlu tahu soal itu. Karena aku yakin, kau pasti membiarkan waktu yang menjawabnya.

 

Extra quotes :

Hatimu kini sedang dilanda kelimbungan yang tak berdasar

Kau mulai menyalahkan mengapa kau seperti ini

Mengapa kau mulai perhatian padanya

Mengapa kau mulai memilih dia

Kenapa dia?

Itu pertanyaan dari hati kepada otakmu yang mungkin bisa menjawab

Namun, kau tidak tahu alasannya

Kau biarkan waktu terus berjalan, sementara waktu terus mengejarmu

Kapan kau memilih tambatan hatimu?

Kau jawab belum ada waktu, tapi sebenarnya kau sudah memilihnya

Kau ragu

Kau takut

Dan kau kalut

Kau membiarkan waktu terus berjalan hingga akhirnya kau diberi beberapa pilihan

Dan sejak saat kau melihatnya kembali, kau harus membiarkan hatimu untuk memilih

Biarkan hati kecilmu memilih

Jangan biarkan egois merajaimu

Karena ini menyangkut hidupmu dan dirinya

Jangan hiraukan statusmu

Karena cinta tak memandang status

Dan terimakasih, telah memilihku untuk kau cintai

E.S

 

Kutulis kisahmu dalam ruangan dingin berkulit kuning cerah

Karena harimu sangat kalut, kalut sekali…

karena hatimu memilihnya

Iklan

Satu respons untuk “Hatimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s